Merawat Daya Batery dan Stok Video untuk Sebuah Shooting
DESKRIPSI UNIT : Unit ini menggambarkan ketrampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan untuk
mengkoordinasikan persediaan video dan
memelihara persediaan baterai dalam suatu
lingkungan yang tidak memiliki jaringan listrik.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
01 Mengkoordinasikan materi stok video
1.1. Koordinasi dengan personil yang relevan dan
memahami dan memastikan persyaratan stok
video untuk pengambilan gambar.
1.2. Kepastian jadwal dan rasio pengambilan
gambar dengan personil yang relevan.
1.3. Pemilihan semua stok yang dibutuhkan dan
yang dapat digunakan dan yakinkan bahwa stok
tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi
kebutuhan skedul produksi.
1.4. Pemantauan stok yang ada berkaitan dengan
batas tanggal stok.
1.5. Kelengkapan semua permintaan stok yang
diperlukan dan dipastikan tersedia pada waktu
pembuatan film.
1.6. Penanganan dan penyimpanan stok video
untuk menghindari kerusakan dan perlindungan
terhadap lingkungan yang berisiko.
1.7. Kelengkapan dokumen dan labelisasi pita
kaset, menurut persyaratan perusahaan.
1.8. Kepastian semua peralatan dan stok tersedia
pada lokasi yang benar dan pada waktu
pembuatan film.
1.9. Pencatatan pengambilan gambar dan
urutannya dengan melengkapi lembar laporan
kamera dengan cermat.
1.10. Dokumentasi stok yang digunakan untuk
produksi dan stok untuk pengambilan gambar
kesimpulan.
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Multimedia dan Audio Visual
Merawat Daya Batery dan Stok Video untuk Sebuah Shooting
1.11. Pemantauan stok dan pemberitahuan personil
terkait untuk memastikan bahwa stok masih
cukup tersedia jumlahnya selama produksi
02 Mengatur kode waktu
2.1. Pengaturan kode waktu menurut instruksi
perusahaan.
2.2. Pemilihan dan pengaturan jenis kode waktu
menurut persyaratan setelah produksi.
2.3. Pengaturan kode waktu dengan disinkronkan
dengan peralatan lain bilamana perlu.
03 Menyiapkan, mencatat videotapes dan memeriksa citra video
3.1. Pemeriksaan tape tanda gambar yang rusak
atau kotor sebelum di rekam.
3.2. Penyiapan videotape dengan marka dan nada
dan pemutaran kembali tape untuk memeriksa
rekaman.
3.3. Pemberian label semua kaset dengan cermat.
3.4. Pencatatan dan pengecekan video tape dalam
kamera untuk perekaman.
3.5. Kesiapan pengambilan gambar dengan personil
terkait.
04 Mengisi dan memelihara batery selama pembuatan film
4.1. Kepastian bahwa persediaan batery cukup dan
ada.
4.2. Battery yang akan digunakan telah diisi cukup.
4.3. Pengisian batery menurut rekomendasi
perusahaan.
4.4. Batery dicharge sehingga memenuhi
persyaratan pengambilan gambar.
4.5. Labelisasi batery menurut statusnya.
BATASAN VARIABEL
1. Lingkungan dimana multi kamera televisi digunakan meliputi:
1.1. Pada lokasi – interior
1.2. Pada lokasi – eksterior
1.3. Pada siang hari
1.4. Pada malam hari
2. Pembuatan gambar meliputi:
2.1. Penggunaan kamera tunggal
2.2. Penggunaan kamera multi
3. Jenis produksi meliputi:
3.1. Electronic Field Production (EFP)
3.2. Electronic News Gathering ENG)
3.3. Feature film
3.4. Dokumenter
3.5. Film pendek
3.6. Produksi beranimasi
3.7. Iklan
3.8. Peristiwa atau kemampuan yang difilmkan
3.9. Video musik
3.10. Program televisi dengan segala jenisnya: musik, komedi, variety show,
olah raga, dll
4. Pengoperasian kamera meliputi:
4.1. Pengoperasian dengan tangan
4.2. Alat pendukung
4.3. Kamera statis
4.4. Lensa zoom
5. Peralatan meliputi:
5.1. Kamera
5.2. Lensa
5.3. Pencahayaan
5.4. Peralatan efek khusus
5.5. Pendukung kamera misal alat tempel, crane, dolly track, penyangga
kamera
6. Jenis batery meliputi:
6.1. Ni-Cad
6.2. Lead
6.3. Acid
7. Keseimbangan meliputi:
7.1. Keseimbangan warna hitam
7.2. Keseimbangan warna putih
8. Personil yang relevan meliputi:
8.1. Supervisor
8.2. Kepala bagian
8.3. Operator kamera
8.4. Pemilik perusahaan
8.5. Pengarah fotografi
8.6. Sutradara
8.7. Produser
8.8. Crew
8.9. Pengarah teknik
8.10. Staf teknik lain
8.11. Staf spesialis lain
8.12. Manager studio
9. Laporan dapat:
9.1. Dibuat dengan komputer
9.2. Tulisan tangan
10. Dokumentasi meliputi:
10.1. Formulir permintaan stok
10.2. Laporan kesalahan
10.3. Pemberian label video dan batery
10.4. Daftar pengambilan gambar
10.5. Naskah
10.6. Jadwal produksi
10.7. Lembaran jalan
Jumat, 25 April 2008
Merawat Daya Batery dan Stok Video Untuk Sebuah Shooting
Diposting oleh ecca cuterz di 07.55 0 komentar
Senin, 14 April 2008
Senin, 24 Maret 2008
Langkah-langkah membuat header di blogspot
1. buat gambar dengan ukuran 800 x 200 pixel atau menurut keinginan anda,
gambar bisa dibuat di Corel atau photoshop,simpan dengan format jpg
2. simpan gambar kamu di tempat yang mudah terjangkau.
3. biasa buka blog kamu terus masuk n isi email n password/sandi terus sign in
4. pilih Layout Elemen Halaman
5. Header klik tulisan editnya
6. muncul Mengkonfigurasikan Header
7. di gambar kamu pilih gmabar dari komputermu
8. pilih selain judul dan keterangan (supaya Judul n Deskripsi blog gak kelihatan)
9. centang susutkan agar pas
10. Simpan Perubahan
11. lihat blog kamu dah berubah belum?
Diposting oleh ecca cuterz di 11.01 0 komentar
Type Of Shout
*ECU(Extreme Close Up)Teknik pengambilan gambar dg framing lebih memusat pada objek/bagian tubuh yg mendukung informasi dalam alur cerita.
*CU(Close Up)Adalah pengambilan gambar,dimana kamera berada dekat dgn subyek shingga gambar yang di hasilkan memenuhi "FRAME".
*MCU(Medium Close Up)Adalah pengambilan gambar dengan komposisi Framing subyek lebih jauh dari close up,tetapi lebih dekat dari medium shot
*MS(Medium Shot)MS merupakan teknik merekam gambar kurang lebih setengah badan.Hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan detail subyek & memberi ruang pandang.
*FS(Full Shot)FS memungkinkan pengambilan gambar dilakukan pada subyek secara utuh dari kepala hingga kaki.
*MLS(Medium Long Shot)Framing kamera dgn mengikutsertakan setting sbg pendukung suasana.
*LS(Long Shot)LS merupakan shot dengan ukuran framing yg memiliki ruang pandang lebih lebar dari MLS.
*ELS(Extreme Long Shot)Pengambilan gambar shg artis/subyek hampir tidak terlihat.Disini setting ruang sangat berperan,dimaksudkan untuk mempertegas/membantu imaginasi ruang cerita.
Diposting oleh ecca cuterz di 09.04 0 komentar
Camera AngLe
CA merupakan teknik pengambilan dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose adegan.1.Bird Eye ViewAdalah merekam gambar dari sudut atas ibyek sehingga obyek terlihat dari bagian atas.2.Frog Eye LevelKebalikan dari high angle/BEV yaitu mengambil gambar dari sudut bawah3.Eye Level/profil ShotAdalah standar pengambilan gambar dengan ketinggian relatif sedang.Artinya kamera memiliki ketinggian yang hampir sama dgn obyek.4.Artificial shotAS dimaksudkan utk memperindah shot,shg lbh bernuansa seni.AS biasanya digunakan utk mengambil suasana alam terbuka.Pemberian aksen dedaunan atau rumput di depan lensa mengesankan gambar terlihat dinamis.5.Back Light ShotAdalah pengambilan gambar yang dilakukan dgn posisi kamera berhadapan secara frontal dgn sumber cahaya di depannya.Shg memungkinkan terekamnya Siluet Talent.
Diposting oleh ecca cuterz di 09.04 0 komentar
Rabu, 12 Maret 2008
Kamis, 06 Maret 2008
JENIS - JENIS PRODUKSI FILM
Film Dokumenter (Documentary Film)
Dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film dokumenter misalnya dokudrama (docudrama). Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuan-tujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap jadi pakem pegangan.
Film Cerita Pendek (Short Film)
Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak Negara seperti Jerman, Australia, Kanada dan Amerika Serikat, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.Film Cerita Panjang (Feature – Length Film)Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umunya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.
Iklan Televisi (TV Commercial)
Film ini diproduksi untuk Kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk (iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan ‘secara eksplisit’, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang suatu produk tersebut. Sedangkan iklan produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.
Diposting oleh ecca cuterz di 14.19 0 komentar


